Sustainability Report




Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report adalah laporan yang diterbitkan oleh suatu Perusahaan atau Organisasi tentang dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial dari kegiatan operasionalisasi bisnis Perusahaan. Lebih lanjut, Sustainability Report juga menyajikan nilai-nilai dan model tata kelola Perusahaan, dan menunjukan hubungan antara strategi dan komitmennya terhadap ekonomi global yang berkelanjutan.

Laporan Keberlanjutan ini dapat membantu Perusahaan untuk mengukur, memahami, dan mengkomunikasikan kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dan kedepannya, untuk menetapkan sasaran dan mengelola perubahan secara lebih efektif. Laporan Keberlanjutan adalah kunci untuk mengkomunikasikan kinerja dan dampak berkelanjutan- baik itu positif ataupun negatif.

Dasar pembuatan Sustainability Report adalah Global Reporting Initiative. Indeks GRI ini dibuat oleh salah satu organisasi internasional yang berpusat di Amsterdam, Belanda. Dengan adanya indeks tersebut, Sustainability Report akan mencerminkan pelaporan berkelanjutan Perusahaan berbasis triple bottom line, pelaporan CSR, lingkungan, dll) secara lebih komprehensif.  

Sustainability Report juga digunakan oleh institusi Pemerintahan seperti Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat penilaian atas kinerja Perusahaan terhadap lingkungan dalam setiap pelaporan organisasi. Selain itu, pentingnya suatu Perusahaan membuat Sustainability Report tercantum dalam BAPEPAM-LK dan UU No. 40 tentang Perseroan Terbatas.



Berdasarkan GRI-G3 Guidelines, konten penulisan Sustainability Report terdiri dari:

  • Ekonomi berupa dampak yang dihasilkan Perusahaan pada kondisi ekonomi dari para pemangku kepentingan dan pada sistem ekonomi di tingkat lokal, nasional, dan global.
  • Lingkungan berupa dampak yang dihasilkan Perusahaan terhadap mahluk hidup di bumi dan lingkungan sekitar termasuk ekosistem, tanah, air, dan udara. 
  • Hak Asasi Manusia berupa transparansi dalam pemilihan investor dan pemasok/kontraktor. Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan harus senantiasa mempertimbangkan kepentingan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan.
  • Masyarakat berupa pemusatan perhatian pada dampak Perusahaan/Organisasi di sekitar lokasi operasi. Pengungkapan ini dititikberatkan pada risiko yang mungkin timbul dari interaksi dengan lembaga sosial lainnya.
  • Tanggung Jawab Produk berupa Pelaporan Produk yang dihasilkan oleh suatu Perusahaan dan layanan secara langsung mempengaruhi pelanggan, yaitu kesehatan dan keamanan, informasi, pemasaran, dan lainnya.
  • Sosial berupa kegiatan sosial (Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan, dan Program Corporate Social Resposibility) yang dilakukan Perusahaan berserta evaluasinya.